Menurut mereka, gambar Soeharto berikut anak-anaknya itu sangat identik dengan gambar Yesus Kristus ketika mengadakan perjamuan malam terakhir bersama ke-12 murid-Nya sebelum wafat di kayu salib.
Sebagi bentuk protes terhadap edisi khusus Soeharto tersebut, mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi tersebut membakar Majalah Tempo edisi terbaru itu.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa Katolik yang sempat membakar ban dan menjadi tontonan pengguna jalan itu mengatakan, perjamuan makan malam terakhir merupakan peristiwa iman dan diyakini sebagai salah satu peristiwa penting dalam hidup menggereja. Sampai saat ini, peristiwa itu diperingati Gereja Katolik dalam setiap perayaan ekaristi.
"Kami sebagai bagian tak terpisahkan dari gereja dan bangsa Indonesia menyatakan sikap sebagai bentuk penolakan terhadap gambar yang ditampilkan majalah Tempo. Itu merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap orang Kristen dan menodai kemerdekaan bangsa.
Yesus yang orang Kristen akui sebagai Tuhan yang diutus menyelamatkan manusia tidak sama dan tidak akan pernah sama dengan siapa saja, termasuk Soeharto," tegas Vincent, salah satu pendemo dari Universitas 45.
Dalam pernyataan sikapnya, PMKRI juga meminta manajemen Majalah Tempo menarik kembali Majalah Tempo edisi 4-10 Februari dari peredaran. Mereka juga meminta agar ada penjelasan dari pengelola Tempo tentang makna gambar yang ditampilkan di bagian sampul majalahnya.
"Tempo juga harus minta maaf lewat media kepada umat Kristen. Bila tidak dipenuhi dalam waktu 2x23 jam, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar," ancam Vincent yang disambut teriakan rekan-rekannya.
Senin, 18 Februari 2008
PMKRI Makassar Bakar Majalah Tempo
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar, Sanctus Albertus Magnus, Rabu, 6 Februari siang kemarin menggelar demonstrasi di Jl Bottolempangan, depan rumah jabatan sekprov Sulsel.Mereka memprotes Majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2008 (edisi khusus Soeharto) yang menampilkan gambar presiden RI kedua itu bersama anak-anaknya di meja makan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar